JAKARTA - Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, yang juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam menjalankan ibadah puasa.
Untuk memaksimalkan setiap momen ibadah, penting bagi umat Islam untuk memperhatikan waktu-waktu penting dalam sehari, seperti jadwal imsak, sholat, dan waktu berbuka puasa.
Di Medan, salah satu kota besar di Sumatera Utara, ketepatan dalam mengikuti jadwal imsakiyah sangat membantu warga setempat menjalankan ibadah dengan disiplin, agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar, tanpa mengganggu kewajiban puasa maupun ibadah lainnya.
Pada Rabu, 25 Februari 2026, umat Muslim di Medan akan menjalankan ibadah puasa hari ke-7 atau ke-8 bulan Ramadhan. Untuk memastikan ibadah tetap terlaksana dengan baik, berikut adalah informasi lengkap mengenai jadwal imsakiyah Medan untuk hari tersebut, yang akan membantu setiap individu menyesuaikan waktu sahur, sholat, dan berbuka puasa.
Rincian Jadwal Imsakiyah Medan Rabu 25 Februari 2026
Berdasarkan perhitungan astronomis terbaru untuk wilayah Kota Medan, berikut adalah rincian waktu ibadah yang perlu diperhatikan pada hari ke-7 atau ke-8 Ramadhan 1447 H:
Imsak: 05:12 WIB
Subuh: 05:22 WIB
Terbit: 06:35 WIB
Duha: 06:59 WIB
Dzuhur: 12:40 WIB
Ashar: 15:58 WIB
Maghrib: 18:42 WIB
Isya: 19:51 WIB
Dengan mengikuti jadwal imsakiyah Medan pada Rabu, 25 Februari 2026, masyarakat dapat mengatur waktu sahur dengan lebih tepat dan menghindari keterlambatan menjelang waktu berbuka puasa yang dinantikan. Selain itu, mengetahui waktu-waktu ibadah ini juga membantu menjaga ketertiban dalam menjalankan sholat secara tepat waktu.
Doa Buka Puasa yang Sesuai dengan Hadis Sahih
Salah satu momen yang sangat dinantikan dalam menjalankan ibadah puasa adalah waktu berbuka puasa. Berdasarkan jadwal imsakiyah Medan untuk 25 Februari 2026, waktu berbuka puasa ditetapkan pada pukul 18:42 WIB. Pada saat itu, umat Muslim dianjurkan untuk mengucapkan doa berbuka puasa.
Salah satu doa yang paling sahih dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW adalah doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma. Berikut adalah lafadz doa berbuka puasa yang sesuai dengan sunnah:
Teks Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Teks Latin:
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Terjemahan:
"Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah." (HR. Abu Dawud no. 2357, An-Nasa’i dalam Al-Kubra no. 3315, dan disahihkan oleh Al-Albani).
Doa ini memiliki makna yang mendalam. Kalimat "telah hilang rasa haus" menggambarkan keadaan tubuh setelah memperoleh hidrasi, sementara "telah tetap pahala" menunjukkan harapan agar puasa yang telah dijalankan diterima oleh Allah SWT. Para ulama menjelaskan bahwa doa ini sebaiknya diucapkan setelah berbuka puasa, setelah seseorang meminum air atau memakan kurma, bukan sebelum berbuka.
Tips Agar Sholat Tarawih Tetap Khusyuk dan Segar
Setelah berbuka puasa dan melaksanakan sholat Maghrib, umat Muslim di Medan akan melaksanakan sholat Isya dan Tarawih pada pukul 19:51 WIB. Untuk memastikan ibadah Tarawih tetap khusyuk dan tidak terganggu oleh rasa kantuk atau kelelahan, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
1. Hindari Makan Berlebihan saat Berbuka
Konsumsi makanan berat secara berlebihan setelah adzan Maghrib dapat membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk. Sebaiknya, konsumsi kurma dan air putih terlebih dahulu, lalu makan berat setelah sholat Maghrib untuk mencegah rasa begah saat melaksanakan sholat Tarawih.
2. Pastikan Hidrasi yang Cukup
Dehidrasi ringan bisa menjadi penyebab utama menurunnya konsentrasi saat sholat. Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan antara waktu berbuka hingga menjelang sholat Isya. Mengonsumsi air mineral yang cukup akan membantu tubuh tetap segar.
3. Pilih Masjid dengan Sirkulasi Udara Baik
Mengingat cuaca di Medan yang lembap, pilihlah masjid atau tempat sholat yang memiliki ventilasi udara atau pendingin ruangan yang memadai. Hal ini akan membantu tubuh tetap nyaman selama sholat Tarawih, terutama ketika rangkaian rakaat berlangsung lama.
4. Istirahat Sejenak
Jika memungkinkan, tidur siang singkat (qailulah) selama 15–20 menit dapat membantu menjaga kebugaran tubuh hingga malam hari. Dengan tidur sejenak, tubuh akan lebih segar dan siap menjalani ibadah malam.
Pentingnya Mematuhi Jadwal Imsakiyah untuk Keberkahan Ramadan
Mengikuti jadwal imsakiyah dengan disiplin adalah salah satu cara untuk menjaga ibadah tetap lancar selama bulan Ramadan. Memahami dengan tepat waktu sahur, sholat, hingga berbuka puasa tidak hanya membantu melaksanakan ibadah dengan benar, tetapi juga memberi ketenangan dalam menjalani rutinitas harian.
Dengan mematuhi jadwal yang telah ditentukan, umat Muslim di Medan dapat menjalani Ramadan dengan penuh keberkahan dan kedamaian.