Pramono

Pramono Pastikan Kebutuhan Pokok Jakarta Stabil Jelang Lebaran

Pramono Pastikan Kebutuhan Pokok Jakarta Stabil Jelang Lebaran
Pramono Pastikan Kebutuhan Pokok Jakarta Stabil Jelang Lebaran

JAKARTA - Di tengah dinamika geopolitik global yang memanas, perhatian publik tidak hanya tertuju pada perkembangan konflik internasional, tetapi juga pada dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri.

 Kekhawatiran mengenai lonjakan harga dan ketersediaan bahan pokok pun mulai mencuat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kondisi pasokan pangan di ibu kota tetap terkendali.

Pramono Anung menegaskan warga tak perlu panik di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Ia memastikan pasokan pangan di wilayah Jakarta masih stabil menjelang Idul Fitri 2026.

"Karena kita sebentar lagi menyambut Idul Fitri, kebutuhan utama di Jakarta hal yang menyangkut cabai keriting, daging, beras sekarang ini stoknya lebih dari cukup," ujar Pramono.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah terus memantau ketersediaan komoditas utama, terutama yang kerap mengalami lonjakan harga saat Ramadan dan Lebaran.

Stok Pangan Dipastikan Aman Jelang Lebaran

Menjelang momen hari besar keagamaan, komoditas seperti cabai, beras, dan daging biasanya menjadi sorotan utama. Permintaan yang meningkat sering kali memicu kenaikan harga di berbagai pasar tradisional maupun modern. Namun kali ini, pemerintah memastikan stok berada dalam kondisi yang memadai.

Dia menyebut, daging selama ini kerap jadi persoalan ketika menjelang Lebaran. Namun untuk saat ini dia memastikan semuanya aman.

"Yang selalu jadi persoalan di Jakarta adalah masalah daging. Alhamdulillah sekarang stok daging aman," ucapnya.

Penegasan ini sekaligus merespons kekhawatiran masyarakat yang biasanya mulai berbelanja lebih awal untuk kebutuhan Lebaran. Dengan stok yang lebih dari cukup, pemerintah berharap tidak terjadi aksi borong yang justru dapat memicu gejolak harga.

Ketersediaan yang stabil juga menjadi indikator bahwa rantai distribusi bahan pokok di Jakarta masih berjalan normal. Koordinasi dengan distributor, pedagang, serta pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan guna memastikan suplai tidak terganggu.

Harga Pasar Masih Terkendali

Selain memastikan ketersediaan stok, pemantauan harga menjadi fokus penting. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pengawasan terhadap pasar-pasar utama guna mendeteksi potensi kenaikan sejak dini.

"Kalau kita pantau, kita lihat dari semua harga-harga di pasar-pasar utama yang di Jakarta, kenaikannya belum terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi. Dan saya tetap memantau, mudah-mudahan inflasinya juga terpantau dengan baik," katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada lonjakan signifikan pada harga kebutuhan pokok. Stabilitas ini diharapkan dapat bertahan hingga puncak perayaan Idul Fitri.

Upaya pengendalian inflasi daerah menjadi bagian penting dari strategi menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan intervensi apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar di lapangan.

Dengan kondisi harga yang relatif stabil, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dan mempersiapkan Lebaran tanpa tekanan tambahan akibat kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari.

Dampak Geopolitik Global Terhadap Distribusi Energi

Di sisi lain, Pramono mengakui tekanan terhadap ekonomi global akan mempengaruhi jalur distribusi energi dunia. Ketegangan internasional berpotensi menimbulkan efek domino terhadap berbagai sektor, termasuk perdagangan dan logistik.

"Terutama kalau nanti Selat Hormuz kemudian ditutup, pasti dampaknya itu akan secara langsung terhadap supply chains dan juga harga-harga pasti mengalami kenaikan," ucapnya.

Pernyataan tersebut merujuk pada potensi gangguan di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dunia. Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya bisa dirasakan secara global, termasuk di Indonesia.

Kenaikan harga energi berpotensi memicu peningkatan biaya distribusi barang dan jasa. Hal ini pada akhirnya dapat berdampak pada harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap perkembangan global tetap diperlukan meskipun kondisi saat ini masih terkendali.

Pemerintah daerah menyadari bahwa stabilitas pangan tidak bisa dilepaskan dari dinamika ekonomi global. Karena itu, pemantauan dilakukan tidak hanya pada level lokal, tetapi juga dengan memperhatikan perkembangan situasi internasional.

Dengan kombinasi stok yang aman, harga yang terkendali, serta pengawasan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menjaga stabilitas menjelang Idul Fitri. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Kepastian yang disampaikan gubernur menjadi pesan bahwa pemerintah hadir dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, bahkan di tengah ketidakpastian global. Stabilitas pasokan dan harga menjadi prioritas agar perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan tenang dan penuh sukacita.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index