Sekolah Rakyat

Gus Ipul Jelaskan Progres Sekolah Rakyat di Trenggalek 2026

Gus Ipul Jelaskan Progres Sekolah Rakyat di Trenggalek 2026
Gus Ipul Jelaskan Progres Sekolah Rakyat di Trenggalek 2026

JAKARTA - Pemerintah pusat melalui program Sekolah Rakyat (SR) terus berupaya memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada 166 titik SR yang beroperasi di seluruh Indonesia.

 Masing-masing sekolah ini dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa. 

Salah satu daerah yang menjadi fokus utama adalah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang kini sedang dalam proses pembangunan SR dengan progres yang cukup menggembirakan.

Membangun Akses Pendidikan yang Layak untuk Keluarga Miskin

Gus Ipul menjelaskan bahwa tujuan dari Sekolah Rakyat adalah untuk menjadi inkubator bagi anak-anak dari keluarga miskin, yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. 

Semua biaya pendidikan di SR, termasuk biaya asrama dan makan, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. 

"Ini dalam rangka memenuhi amanah Undang-Undang, fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara," ujar Gus Ipul, menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan serta kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung.

Di Trenggalek, misalnya, SR dibangun di samping Pasar Basah Trenggalek dan kini sudah mencapai progres pembangunan sebesar 13%. Sekolah ini ditargetkan untuk selesai pada akhir tahun 2026. 

“104 titik yang dibangun tahap pertama, termasuk di Trenggalek, sudah dalam proses. Saya sudah melihat secara langsung dan menilai bagaimana sekolah ini nanti akan menjadi fasilitas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Ipul.

Penjaringan Siswa Melalui Pendekatan Sosial dan Ekonomi

Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran biasa seperti sekolah umum lainnya.

 Gus Ipul menjelaskan bahwa siswa yang masuk ke dalam program ini melalui proses penjaringan dan penelusuran yang dilakukan oleh tim terpadu yang melibatkan kementerian sosial dan pemerintah daerah. 

Penjaringan ini berfokus pada anak-anak dari keluarga yang sangat miskin atau mereka yang sudah putus sekolah. Penilaian tidak didasarkan pada kemampuan akademik, melainkan pada kondisi ekonomi keluarga.

“Siapapun yang berasal dari keluarga miskin dan memenuhi kriteria yang ditetapkan, mereka berhak untuk masuk ke Sekolah Rakyat. Tidak ada tes akademik, hanya melihat apakah mereka dari keluarga yang memenuhi kriteria,” ungkap Gus Ipul. 

Salah satu contoh nyata adalah siswa dari SRT 50 Trenggalek, yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat rentan. 

Di antara mereka ada yang memiliki kemampuan bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, Bahasa Arab, hingga Bahasa Jepang, meski ada juga yang belum bisa membaca meski sudah duduk di kelas 1 SMA.

Perkembangan Positif dan Pengaruh Sosial dari SR Trenggalek

Salah satu pencapaian penting yang dibanggakan oleh Gus Ipul adalah perkembangan signifikan yang terjadi pada siswa di SRT 50 Trenggalek. 

Para siswa yang sebelumnya memiliki latar belakang sosial dan ekonomi yang sangat terbatas, kini sudah mulai menunjukkan kemajuan yang luar biasa. 

Gus Ipul menceritakan, “Makanya ketika mereka bisa naik ke atas panggung ini, saya terus terang ya nangis karena saya tahu bagaimana awalnya mereka dulu. Sekarang sudah diberikan seragam oleh Pak Presiden, dikasih baret.”

Kemajuan ini tidak hanya dilihat dari kemampuan akademis siswa, tetapi juga dari segi sosial dan kesehatan mereka. Dengan adanya fasilitas pendidikan yang lebih baik dan perhatian pemerintah, siswa-siswa tersebut kini memiliki kesempatan untuk berkembang lebih baik dan memperbaiki kondisi hidup mereka. 

Ini menjadi bukti nyata bahwa Sekolah Rakyat dapat memberikan dampak positif yang sangat besar bagi kehidupan anak-anak dari keluarga miskin.

Sekolah Rakyat: Transformasi Pendidikan untuk Masa Depan

Dengan adanya Sekolah Rakyat, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan merata, terutama untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. 

Gus Ipul berharap bahwa keberadaan SR dapat menjadi model bagi program pendidikan serupa di masa depan, yang bukan hanya mengutamakan kualitas akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi anak-anak yang terlibat.

Sekolah Rakyat di Trenggalek adalah contoh sukses yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya di Indonesia. 

Dengan semakin banyaknya SR yang dibangun di berbagai titik, pemerintah berharap dapat menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index