KAI Perpanjang Peron Stasiun Bogor untuk Rangkaian KRL 12 Kereta

KAI Perpanjang Peron Stasiun Bogor untuk Rangkaian KRL 12 Kereta
KRL Bogor Line Bakal Gunakan Rangkaian 12 Kereta Secara Penuh [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memacu eskalasi kapasitas pelayanan KRL Bogor Line lewat proyek perpanjangan fasilitas peron di Stasiun Bogor. Kebijakan tersebut digulirkan agar seluruh lajur rel yang tersedia dapat melayani operasional armada rangkaian 12 kereta (SF12).

Direktur Utama KAI Bobby Rashidin memaparkan bahwa langkah penanggulangan kepadatan volume penumpang di jalur perlintasan Bogor kini menempati salah satu fokus prioritas utama perseroan.

"Prioritasnya apa pertama kali? Supaya kepadatan di dalam kereta tidak menjadi masalah. Maka jalur 6, 7, dan 8 kami panjangkan peronnya menjadi untuk SF12. Jadi Bogor Line nantinya semua SF12, tidak ada lagi rangkaian yang lebih pendek," ujar Bobby saat berbincang dengan wartawan dalam perjalanan kereta wisata dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Pada saat ini, Stasiun Bogor memiliki total delapan lajur rel kereta. Kendati demikian, belum seluruh lajur tersebut dapat mengakomodasi operasional rangkaian 12 kereta akibat keterbatasan dimensi panjang peron yang ada. 

Oleh karena itu, pihak KAI memprioritaskan agenda pengerjaan perpanjangan peron agar seluruh aktivitas perjalanan KRL Bogor Line dapat beralih menggunakan rangkaian 12 kereta.

Di samping memperluas dimensi peron, KAI pun turut membenahi berbagai infrastruktur penunjang di area Stasiun Bogor. 

Bobby mengutarakan bahwa perusahaan saat ini tengah menggarap rancangan serta pemasangan kanopi tambahan pada titik-titik area yang sejauh ini belum memiliki pelindung, demi mengeskalasi faktor kenyamanan para penumpang ketika menanti kedatangan kereta.

"Kami juga sedang memikirkan kanopi. Yang sekarang belum ada kanopi, sedang kami pasang dan desain agar pelayanan kepada pelanggan semakin nyaman," katanya.

Pihak KAI juga tengah merumuskan langkah penataan akses pergerakan penumpang dengan cara menonaktifkan jalur penyeberangan sebidang yang berada di dalam lingkungan stasiun.

Sebagai opsi penggantinya, para pengguna jasa angkutan tersebut nantinya diarahkan untuk memanfaatkan fasilitas jembatan penyeberangan di atas rel yang disokong oleh fasilitas tangga berjalan atau eskalator. 

Berdasarkan penjelasan Bobby, langkah penataan akses tersebut merupakan bagian terintegrasi dari cetak biru penyatuan Stasiun Bogor dengan Stasiun Paledang. 

Melalui penerapan konsep tersebut, para penumpang tidak perlu lagi melintas langsung memotong jalur rel, melainkan beralih lewat lajur penghubung yang mengintegrasikan area sisi timur dan sisi barat stasiun.

"Crossing akan kami tutup. Nanti penumpang akan naik ke atas, kemudian turun lagi menggunakan eskalator. Ini juga menjadi bagian dari konektivitas Stasiun Bogor dengan Paledang sehingga aksesnya lebih aman dan nyaman," tegas Bobby.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index