EKONOMI360.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (18/9/2026) di zona hijau dengan penguatan 50,13 poin atau 0,78% ke level 6.512. Kenaikan itu sejalan dengan hampir seluruh bursa utama Asia yang sudah lebih dulu dibuka menguat. Volume perdagangan tercatat 1,39 miliar saham dengan nilai transaksi Rp764 miliar hanya dalam dua menit pertama.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatat penguatan 0,78% ke level 6.512 pada pukul 9.01 WIB. Frekuensi transaksi di awal sesi tercatat 97.841 kali.
Bursa Asia Kompak Hijau di Awal Sesi
Hampir semua indeks saham utama di kawasan Asia yang sudah membuka perdagangan bergerak di zona hijau. Optimisme investor regional menular ke pasar domestik begitu IHSG dibuka.
Sejumlah bursa yang melesat pagi ini antara lain:
- KOSPI (Korea Selatan)
- TW Weighted Index (Taiwan)
- Shenzhen Comp. dan Shanghai Composite (China)
- Hang Seng (Hong Kong)
- NIKKEI 225 (Jepang)
- Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam)
- CSI 300 (China)
- KOSDAQ (Korea Selatan)
- KLCI (Malaysia)
Hanya tiga indeks yang masih tertahan di zona merah, yakni PSEi (Filipina), Topix (Jepang), dan Straits Times (Singapura).
Transaksi Awal Sesi Tembus Rp764 Miliar
Dua menit setelah perdagangan dibuka, volume saham yang berpindah tangan mencapai 1,39 miliar lembar. Nilai transaksinya menembus Rp764 miliar dengan frekuensi 97.841 kali.
Angka itu menunjukkan aktivitas jual beli berjalan cukup ramai sejak bel pembukaan. Investor tampak memanfaatkan momentum penguatan regional untuk masuk ke pasar.
Yang Perlu Dicermati Investor
Penguatan IHSG di awal sesi masih bertumpu pada sentimen eksternal, bukan katalis domestik. Arah indeks sepanjang hari akan sangat bergantung pada pergerakan bursa Asia dan arus dana asing.
Investor sebaiknya mencermati data net buy atau net sell asing serta perkembangan indeks di sisa sesi pertama. Jika bursa regional mampu mempertahankan penguatan, IHSG berpeluang menutup perdagangan di teritori positif.