Arkora Hydro Ekspansi ke PLTS, Aldo Artoko Beberkan Tantangan Lahan hingga Storage

Arkora Hydro Ekspansi ke PLTS, Aldo Artoko Beberkan Tantangan Lahan hingga Storage

EKONOMI360.ID — PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memperluas bisnis energi baru terbarukan dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui akuisisi proyek. Direktur Utama ARKO Aldo Artoko menyebut langkah ini untuk memperkuat portofolio EBT sekaligus menutup celah produksi PLTA yang menurun saat musim kemarau.

Ekspansi ke sektor solar energy ditempuh ARKO seiring komitmen pemerintah mencapai target swasembada energi melalui sektor energi baru terbarukan (EBT). Selama ini ARKO memang fokus memaksimalkan potensi hydro power di Indonesia.

Namun produksi listrik PLTA punya siklus yang tidak merata sepanjang tahun. Puncak produksi terjadi di musim hujan, sementara saat kemarau output tidak maksimal.

Mengapa ARKO Masuk ke Bisnis PLTS

Menurut Aldo, masuknya ARKO ke bisnis energi surya merupakan bagian dari strategi memperkuat portofolio EBT perseroan. Langkah itu ditempuh lewat akuisisi proyek PLTS yang dinilai lebih cepat dibangun dibandingkan pembangkit lain.

Potensi energi surya di Indonesia juga besar. Kombinasi PLTA dan PLTS diharapkan membuat produksi listrik ARKO lebih stabil sepanjang tahun, tidak lagi bergantung pada musim hujan.

Tantangan Pengembangan PLTS di Indonesia

Aldo tidak menampik pengembangan PLTS masih menghadapi sejumlah hambatan. Ia menyoroti ketersediaan lahan yang perlu dioptimalkan agar bisa disulap menjadi pembangkit listrik tenaga surya.

Masalah lain yang dibongkar Aldo adalah kestabilan supply dan demand. Infrastruktur pendukung, termasuk storage atau penyimpanan energi, juga dinilai menjadi syarat penting agar PLTS bisa beroperasi optimal.

  • Ketersediaan lahan untuk dioptimalkan menjadi PLTS
  • Kestabilan supply dan demand listrik
  • Kebutuhan infrastruktur pendukung, termasuk storage

Portofolio EBT ARKO Setelah Ekspansi

ARKO sebelumnya dikenal sebagai emiten infrastruktur pembangkit listrik yang berfokus pada pengembangan PLTA. Ekspansi ke PLTS menambah lini bisnis hijau perseroan di sektor EBT.

Strategi akuisisi dipilih karena proyek PLTS bisa dibangun lebih cepat. Dengan begitu, ARKO berharap portofolio EBT-nya lebih cepat terealisasi dibandingkan membangun proyek dari nol.

Bagi investor, langkah diversifikasi ini menjadi sinyal bagaimana emiten EBT menyiasati keterbatasan produksi musiman. Namun tantangan lahan dan storage masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Aldo memaparkan strategi dan tantangan tersebut dalam dialog dengan Shania Alatas di program Squawk Box, CNBC Indonesia, Jumat (18/09/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index