EKONOMI360.ID — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan sinergi lintas unit dan lembaga menjadi kunci utama menjaga kredibilitas pengelolaan APBN di mata investor dan masyarakat. Ia menegaskan Kementerian Keuangan tidak bisa bekerja sendiri-sendiri karena setiap keputusan fiskal saling terkait. Sinergi itu dibangun agar tiga fungsi APBN tetap berjalan: menumbuhkan, melindungi, dan kredibel.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara membeberkan pendekatannya dalam meningkatkan kredibilitas Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinannya. Satu kata kunci yang ia soroti adalah sinergi, baik di dalam lingkup kementerian maupun dengan lembaga lain.
"Kredibilitas itu ya itu tadi, menunjukkan mengelola APBN sebagai suatu sinergi," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN di Gedung Juanda, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Mengapa Sinergi Jadi Fondasi
Suahasil menjelaskan bahwa setiap unit di Kementerian Keuangan saling bergantung. Ia mencontohkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko yang berperan sebagai Debt Management Office, di mana pembayaran bunga utangnya berasal dari Direktorat Jenderal Anggaran.
Contoh lain, ketika Direktorat Jenderal Anggaran mengalokasikan dana untuk Bulog sebagai operator pangan, pembinaannya justru dilakukan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Begitu pula saat Perbendaharaan menempatkan dana di bank Himbara, kecukupan kas pemerintah harus dilihat secara menyeluruh.
Perhitungan itu mencakup berapa pajak yang masuk, berapa penerimaan kepabeanan dan cukai, berapa PNBP, serta berapa utang yang diperlukan. "Dan ini adalah sesuatu yang dinamis. Karena itu Kementerian Keuangan harus bekerja bersama," ungkap Suahasil.
Sinergi Lintas Lembaga
Kerja sama tidak berhenti di internal Kemenkeu. Suahasil menekankan pentingnya sinergi dengan kementerian lain, lembaga lain, pengelola sektor keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Ia juga menyebut Danantara sebagai sovereign wealth fund atau pengelola aset negara yang turut masuk dalam ekosistem sinergi tersebut. "Jadi adalah kredibilitas dari pengelolaan republik ini dibangun di atas fondasi-fondasi yang harus cukup kokoh," tegasnya.
Tiga Fungsi APBN yang Harus Dijaga
Dari sinergi itu, Suahasil menegaskan ada tiga fungsi APBN yang harus tetap terjaga. Pertama, APBN menumbuhkan, yakni mendorong aktivitas ekonomi dan investasi serta mendukung agenda pembangunan prioritas pemerintah dan pertumbuhan berkelanjutan.
Kedua, APBN melindungi, yaitu hadir untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pemberdayaan ekonomi. Ketiga, APBN harus tetap kredibel, dengan pendapatan yang terus diperkuat, belanja yang semakin efektif dan produktif, serta defisit yang dikelola secara sehat dan terkendali.
Bagi investor, pesan Suahasil menyiratkan bahwa kepercayaan terhadap surat utang negara dan arah fiskal akan bergantung pada konsistensi koordinasi antarlembaga. Fondasi yang kokoh itulah yang ia nilai menjadi penentu kredibilitas pengelolaan uang negara.