BCA

Kredit UMKM BCA 2026: Strategi Dorong Pertumbuhan Nasional

Kredit UMKM BCA 2026: Strategi Dorong Pertumbuhan Nasional
Kredit UMKM BCA 2026: Strategi Dorong Pertumbuhan Nasional

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran kredit yang terukur dan prudent. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi BCA untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat, sambil menjaga kualitas portofolio kredit.

BCA menilai UMKM merupakan tulang punggung ekonomi yang memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung stabilitas ekonomi. 

Oleh karena itu, bank ini fokus pada peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, dengan memperhatikan manajemen risiko serta kapasitas masing-masing debitur.

pertumbuhan kredit UMKM BCA

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Heryn, menyampaikan bahwa portofolio kredit UMKM BCA terus menunjukkan tren positif. 

Hingga Desember 2025, kredit UMKM BCA tercatat mencapai Rp 142 triliun, meningkat 9,6% secara tahunan (yoy). Angka ini mencerminkan keberhasilan strategi BCA dalam menyeimbangkan pertumbuhan kredit dan pengelolaan risiko secara hati-hati.

Hera menjelaskan, pertumbuhan kredit UMKM bukan sekadar kuantitas, tetapi juga kualitas. Proses seleksi calon debitur dijalankan secara cermat sesuai ketentuan yang berlaku. 

Selain itu, monitoring berkala dilakukan untuk memastikan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban kreditnya. 

Edukasi kepada pelaku usaha juga menjadi bagian penting dari strategi ini, agar UMKM mampu mengelola pembiayaan secara optimal.

pendekatan manajemen risiko yang hati-hati

Dalam menyalurkan kredit UMKM, BCA menekankan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas kredit. Hera menyebut bahwa bank mencermati adanya tekanan risiko di awal tahun 2026, sehingga penerapan pendekatan adaptif dan terukur menjadi sangat penting. 

Aspek manajemen risiko diperkuat, termasuk asesmen yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing debitur UMKM.

Data Bank Indonesia dalam Asesmen Transmisi SBDK RDG Maret 2026 menunjukkan rasio kredit bermasalah (NPL) kredit UMKM perbankan pada Februari 2026 sebesar 4,68%, naik 8 bps dibanding bulan sebelumnya. 

Angka ini menandakan bahwa pengelolaan risiko tetap menjadi fokus utama perbankan dalam mendukung UMKM, tanpa mengorbankan stabilitas portofolio.

dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat

BCA menekankan bahwa penyaluran kredit UMKM bukan sekadar kegiatan bisnis, tetapi bagian dari kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Kredit UMKM memungkinkan pelaku usaha mengembangkan kapasitas produksinya, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya beli masyarakat secara keseluruhan.

Hera menegaskan, BCA akan selalu menyalurkan pembiayaan UMKM sesuai regulasi yang ada, dengan mempertimbangkan kapasitas dan kebutuhan debitur. 

Pendekatan ini memastikan bahwa pembiayaan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi ekonomi nasional.

strategi berkelanjutan dalam pembiayaan UMKM

Selain fokus pada pertumbuhan dan manajemen risiko, BCA juga menjalankan program edukasi bagi pelaku UMKM. Program ini bertujuan agar debitur memahami prinsip pengelolaan keuangan yang baik, penggunaan kredit secara efektif, serta kemampuan dalam menghadapi dinamika pasar. 

Dengan demikian, pembiayaan UMKM menjadi lebih produktif dan berkelanjutan.

Hera menambahkan bahwa BCA selalu memonitor perkembangan portofolio kredit UMKM dan menyesuaikan strategi secara adaptif. 

Hal ini mencakup penyesuaian jumlah pembiayaan, evaluasi risiko, serta pendekatan edukasi yang relevan dengan kondisi pasar. Tujuannya adalah agar setiap debitur dapat tumbuh secara sehat dan berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional.

Dengan kombinasi strategi pertumbuhan yang hati-hati, manajemen risiko yang kuat, dan edukasi bagi pelaku usaha, BCA menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis UMKM. 

Bank ini memastikan pembiayaan yang diberikan bukan hanya sekadar angka, tetapi memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha dan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, BCA menargetkan peningkatan portofolio kredit UMKM yang lebih luas, sambil menjaga kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran UMKM dalam rantai ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index