EKONOMI360.ID — Penjualan Samsung Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan naik 10 persen setelah Apple memperkenalkan iPhone Duo, ponsel lipat pertamanya. Konsumen disebut lebih dulu menunggu detail harga dan ketersediaan sebelum memutuskan membeli perangkat lipat. Lonjakan ini terjadi di tengah selisih harga yang jauh antara kedua ponsel di pasar Korea.
Laporan media Korea Selatan, The Chosun, menyebutkan lonjakan penjualan Galaxy Z Fold 8 terjadi tak lama setelah Apple menggelar acara peluncuran iPhone Duo. Konsumen dilaporkan mengambil sikap tunggu dan lihat sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan.
Peningkatan 10 persen itu tercatat pada periode setelah iPhone Duo diperkenalkan. Samsung belum memberikan pernyataan resmi soal angka tersebut.
Selisih Harga Jadi Pertimbangan Utama
Perbedaan harga disebut menjadi salah satu faktor penentu bagi konsumen Korea. Di Amerika Serikat, selisih harga kedua ponsel terbilang tipis, yaitu iPhone Duo lebih mahal USD 100.
Namun di Korea Selatan, jarak harganya mencapai satu juta won. Kondisi ini membuat konsumen lebih teliti menghitung nilai sebelum membeli.
Faktor lain adalah pilihan penyimpanan. Galaxy Z Fold 8 tidak menyediakan varian 1TB, sementara iPhone Duo dengan kapasitas 2TB dibanderol lima juta won. Sebagai pembanding, Fold 8 versi dasar mulai dari 2,2 juta won.
Ketersediaan Stok Ikut Menentukan
Konsumen Korea juga mempertimbangkan waktu pengiriman. Galaxy Z Fold 8 sudah bisa dibeli langsung, sedangkan iPhone Duo baru tersedia pada Oktober.
Apple menyatakan pre-order iPhone Duo dibuka 16 Oktober di pasar AS. Peluncuran resminya menyusul pada 23 Oktober.
Kesiapan stok di toko menjadi keunggulan tersendiri bagi Samsung. Pembeli yang tak ingin menunggu lebih memilih perangkat yang sudah tersedia di pasaran.
Rekor Pre-Order Sebelum iPhone Duo Hadir
Galaxy Z Fold 8 sebenarnya sudah populer jauh sebelum iPhone Duo muncul. Setelah sepekan pre-order, volume penjualannya memecahkan ekspektasi.
Stok online habis terjual. Penjualan Fold 8 juga jauh melampaui Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z Flip 8.
Pencapaian itu memperkuat posisi Samsung di segmen ponsel lipat yang selama ini dikuasainya. Apple baru masuk ke kategori ini lewat iPhone Duo.
Perbandingan Bobot dan Respons di Media Sosial
Dari sisi bobot, iPhone Duo tercatat 53 gram lebih berat dibanding Galaxy Z Fold 8. Google Pixel 11 Pro Fold juga lebih ringan dari perangkat Apple tersebut.
Samsung sempat menyindir Apple di media sosial saat acara peluncuran berlangsung. "Making us wait? Fine. We'll be over here, folding 3 ways," tulis Samsung.
Perusahaan asal Korea itu juga menyebut mode jam meja iPhone Duo "giving groundhog day". Duolingo ikut menambah keramaian dengan unggahan bernada serupa.
Momentum yang Belum Tentu Bertahan
Pola tunggu dan lihat memang lazim di pasar ponsel lipat yang harga perangkatnya tinggi. Konsumen cenderung membandingkan spesifikasi dan biaya sebelum membeli.
Samsung dan Apple merupakan pesaing utama di segmen ini. Pembeli bisa berpindah merek dari tahun ke tahun mengikuti penawaran terbaru.
Meski demikian, hasil survei awal ini lebih menguntungkan Samsung. Konsumen yang semula ragu akhirnya tetap memilih perangkat Galaxy Z Fold 8.
Pertanyaannya, apakah tren ini bertahan setelah iPhone Duo benar-benar tersedia di pasaran pada Oktober. Jawabannya baru terlihat setelah kedua perangkat bersaing langsung di rak toko.