Indonesia Jadi Tuan Rumah Bersama UN Peacekeeping Ministerial 2027

Indonesia Jadi Tuan Rumah Bersama UN Peacekeeping Ministerial 2027
Wakil Tetap RI untuk PBB [FOTO: NET].

JAKARTA - Indonesia bersama Belanda secara resmi ditunjuk sebagai penyelenggara bersama UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) 2027 yang bakal digelar di Jakarta pada triwulan keempat 2027, berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

"Melalui kepemimpinan bersama ini, Indonesia berupaya menggalang dukungan politik, mendorong kerja sama internasional yang inklusif, serta memastikan operasi perdamaian PBB tetap efektif, responsif, dan didukung dengan sumber daya memadai," kata Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Momentum ini menjadi kali pertama bagi Indonesia dipercaya memegang peran sebagai tuan rumah forum tingkat tinggi tersebut. Penyerahan mandat penyelenggaraan UNPM dilangsungkan dalam forum Special Committee on Peacekeeping Operations di Markas Besar PBB, New York, Kamis (17/9).

Agenda serah terima tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Jerman Boris Pistorius selaku tuan rumah UNPM 2025, Duta Besar Umar Hadi, serta Wakil Tetap Belanda untuk PBB Duta Besar Lise Gregoire-van Haaren.

Hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Dukungan Operasional Atul Khare, hingga Wakil Sekretaris Jenderal untuk Strategi Manajemen, Kebijakan, dan Kepatuhan Catherine Pollard.

Pelaksanaan UNPM 2027 di Jakarta diproyeksikan menjadi batu pijakan penting bagi Indonesia dalam menggalang komitmen politik dan merumuskan solusi kolektif guna menjawab tantangan pemeliharaan perdamaian, sekaligus mempererat kemitraan antara negara anggota, negara penyumbang pasukan, serta PBB.

Kiprah Indonesia dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB berawal pada 1957 lewat pengiriman kontingen UNEF ke Sinai, Mesir. Sejak periode tersebut, Indonesia telah mengerahkan lebih dari 60.000 personel penjaga perdamaian ke beragam wilayah konflik di seluruh penjuru dunia.

Pada rentang Maret-April 2026, sebanyak empat prajurit pasukan perdamaian asal Indonesia yang mengemban tugas di UNIFIL gugur dalam serangkaian peristiwa di Lebanon.

Besarnya risiko di lapangan tersebut sama sekali tidak menyurutkan komitmen Indonesia untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB yang telah dilakoni selama lebih dari enam dekade.

Di tengah situasi serta dinamika geopolitik global saat ini, keberadaan pasukan penjaga perdamaian PBB tetap memegang peranan krusial dalam merawat perdamaian dan stabilitas dunia.

Peran pasukan perdamaian tersebut mesti diimbangi dengan langkah penguatan solusi politik serta upaya konsolidasi perdamaian pascakonflik demi mewujudkan perdamaian yang abadi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index